Entry: 6 Kali Purnama, Duhaiku Friday, March 20, 2009



Setiap kali melewati jalan itu dengan gerbang di salah satu sisinya, tanpa bisa dicegah ingatanku melayang padamu. Segaris jalan dengan pepohonan sebagai penjaga pada kedua tepinya. Lengkap dengan suara burung koak nun di atas sana. Jalan yang sering kita lalui pada malam-malamnya dulu. Menyimak setiap kata dari bibirmu, memperbincangkan apa saja.

Dan senja tadi, ingatanku masih sama pada setiap lekuk jalan itu dengan dirimu disampingku. Sembari mengenang kurun 6 kali purnama terakhir dalam keberjarakan ruang dan waktu.

Ya, tak terasa setengah tahun, mentariku. Ada banyak rasa dan gejolak. senyum, tawa, ringisan, amarah, bahkan tangisan. Selain binarbinar pengetahuan yang terus mengumpul berkelindan dalam memandang hidup. Semoga menemu bijaknya, aku dalam perjalanan mengutuhkan diri, juga dirimu.

Tak mudah, tentunya. Sejak awal kita sudah mafhum, kita begitu berbeda dalam banyak hal. Namun kita akan semakin kuat, selagi kita ingin.

Maka dalam kejernihan langit malam ini, aku menengadahkan kepala. Tegak lurus dengan langit, memahamkan setiap kejadian antara aku dan kamu.

Terangkum dalamku sebuah ajakan. Mari kita relakan hari-hari kemaren, apapun yang dikandungnya, baik badai maupun prahara yang kadang tak menyenangkan. itu semua adalah keniscayaan dalam setiap perjalanan. Maka, tenang-tenang sajalah duhaiku. Jalani hari, beri senyum pada dunia sembari berkemas meraup apapun yang bisa kita raih hari ini.

kita akan semakin menjadi.. menjadi inginmu.. menjadi inginku.. memberi makna pada hidup.. selalu. semoga.

Terimakasih atas kesempatan yang masih tersedia
adamu adalah helaan semangat yang tak kunjung param.

Eh..
Elusan angin malam ini pun tak mampu kucegah, menyisipkan rindu teramat rindu padamu
:)

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments