|
Monday, July 02, 2007
jangan hakimi dia (1) Ia pintar memasak Saya perempuan satu-satunya Ia memang tak jago matematika Dengan membaca sebuah cerita bersama Ia baik sekali Walau tak mudah ia berjuang untuk melanjutkan sekolah - posted by Mahkota @ 09:51 pm Make a comment Permalink
Monday, April 16, 2007
bangun pagi Dua hari ini aku sedikit bangun lebih pagi Setidaknya lebih pagi dari hari-hari biasanya Walaupun Tak sepagi ibu jamu yang selalu ada di simpang tiaP jam6nya Tak sepagi adzan subuh Tak sepagi ayam berkokok Pokoknya sedikit lebih pagi Hari ini aku sampai ke kampus lebih pagi Udara dingin Suasana sepi Hmm.. Menyenangkan sekali Andai bisa kurasa tiap hari Sedap :) Tapi artinya... Ku mesti bangun pagi... - posted by Mahkota @ 08:59 am Make a comment Permalink
Sunday, April 15, 2007
Rasanya, Hari ini Begitu... seringkali kusampaikan padamu, ada beribu gusar dan geram dalamku. hadir begitu saja dalamku, entah bagaimana. energi yang kerap bergentayangan. lalu kusadar, dalam keadaan serupa itu, istirah yang paling menyejukkan adalah katakata dan sebuah dekapan. katakata memberi ruang untuk meledakkan segala. katakata merangkaikannya menjelma menjadi sesuatu yang tak beremosi. sebuah dekapan adalah pemberi jeda pada geram dan marah. memberi lupa pada dunia. terkadang lengkap ciuman pada sekujur tubuhku, pada bibir pada jiwa. untuk kemudian mencoba memberi senyum pada hidup. aku tau, kau mengerti akan hal itu. mungkin kadang perbenturan ingin yang menyeruak pada satu waktu. mungkin juga beragam rasa dalammu. dan entah bagaimana, moment itu kadang hadir. kegusaran dan kegeraman itu mengental dalamku. pekat, padat menjelma menjadi erangan, makian dan omelan. maka, jika boleh meminta, aku ingin kau lupakan saja setiap makian, erangan, omelan dan kawankawannya. sebab itu tak mengartikan apa-apa. hanya marahku. bukan padamu. bukan pada apa-apa. mungkin pada diriku sendiri. hari ini, dengan tanpa rasa sesal, aku mengakui kealpaanku. kamu, dnegan segala yang ada padamu tetaplah ruang yang memberiku segala kenyamanan. entah bagaimana, jika tanpamu. - posted by Hujan @ 03:35 am Make a comment Permalink
Sunday, April 08, 2007
Seperti Delman Seperti naik delman pada hari minggu. tak-tik-tuk tak-tik-tuk suaranya. perlahan, penuh lonjakan demi lonjakan. hingga kemudian kita akan terbiasa, menikmati antukan-antukan pada setiapnya. dan malam itu, kita kembali meneguhkan hati untuk tetap saling mengeja. mengingatkan pada peta-peta yang telah tergambar dalam kurun 17 bulan ini. mungkin ada yang khilaf, mungkin ada hilang. tapi tak sedikit pula yang baru, terbit dan membersitkan senyum. ada banyak cara melepaskan emosi di tengah hidup yang kian gila ini. aku dengan makiku pada dunia. kau dengan tangismu pada diam. makiku tiba-tiba akan meleleh pada tatapan matamu. tangismu akan mereda pada tarikan nafasku.lalu, pada detik selanjutnya, kita akan baikbaik. duhaiku, seperti juga pesan yang kau sampirkan pada inbox-ku, "aku mengingatmu pada setiap keindahan yang kutemui, ...". Demikian juga aku. kita masih akan baikbaik saja. pasti. - posted by Hujan @ 06:33 pm Make a comment Permalink
Wednesday, March 28, 2007
28 Maret 2007 terima kasih... karena telah memberikan kenyamanan-kenyamanan yang luar biasa untukku karena mengizinkanku bebas... lepas... menjadi diri sendiri berekspresi - posted by Mahkota @ 02:21 am Make a comment Permalink
Wednesday, July 26, 2006
pararantun Kain wol, kain katun
Sudah 3 hari aku berpantun
Rasa asam, rasa manis
Boleh dunks aku sedikit narsis
Rasa sedih rasa seneng
Hihihi iseng - posted by Mahkota @ 04:39 pm Make a comment Permalink
Friday, May 05, 2006
Pause-in Waktu yuk kita memamah waktu berdua, tanpa sadar. lalu menyisakan kewajibankewajiban yang telah menanti. lalu pada hitungan entah keberapa, salah satu dari kita kan bergantian saling memahamkan, memberi ingat. dan seperti seorang anak yang nakal, yang satunya coba menahan, sedikit melanggarnya, menunggu titik mepet. dan akhir terpaksa melepas genggam jari. jika boleh meminta, ingin kutekan tombol pause pada hitungan waktu. hingga tak ada yang musti tertunda dari setiap pertemuan kita. tak ada yang harus terburu-buru setlah berbagi senyum. tak ada yang harus diresahkan. satu detik pun begitu berharga; satu malam pun begitu cepat... ketika berada di skitarmu. - posted by Hujan @ 11:22 am Make a comment Permalink
Saturday, April 29, 2006
Membaca Ketika dia membaca disampingku Kata-kata menjadi lebih istimewa Kata-kata menjadi lebih bermakna Ketika dia membaca si sampingku Kadang aku pura-pura tak mendengar (Ceritanya pengen ngerjain yang lain gethu) Tapi ada apa dengan frekuensi dan panjang gelombang suaranya Tampaknya telah menyihir gendang telingaku masuk ke dalam saraf-saraf pendengaranku Lalu berjalan ke otak kemudian hati (Aduh.. sok serius banget yah bahasanya?) Kata-kata menjadi istimewa Ketika dia membaca.. Intionasi suaranya menghiasi kata-kata (mungkin) Ya...ya... rasanya intonasinya tepat sekali sehingga bagian-bagian yang biasa kubaca sekilas saja, kadang sedikit ngebut Kalau terburu-buru memang kadang ada bagian yang terlewat begitu saja Dengan membaca dengan intonasi yang pas, kata-kata yang terlihat biasa (bila dibaca sekilas) akan terasa intonasinya Kata-kata menjadi lebih bermakna Makna sering kudapat ketika kumembaca Tapi di dalam sebuah buku atau cerita makna yang ada jauh lebih banyak daripada yang bisa seorang lihat sendiri (Kecuali jenius kalee ya..) Ketika dia membaca di sampingku.. Rasanya ada makna-makna baru.. Pemahaman-pemahaman baru. Sudut pandang baru Cie... --- PS: Ga jelas nih nulis apa.. Bosen euy - posted by Mahkota @ 11:08 am Make a comment Permalink
Friday, March 10, 2006
A Little Fall of Rain EPONINE: MARIUS: EPONINE: MARIUS: EPONINE: The rain that brings you here I don't feel any pain That's all I need to know MARIUS(in counterpoint): I will stay with you EPONINE: MARIUS: EPONINE: MARIUS: (She dies. Marius kisses her, then lays her on the ground) ENJOLRAS: MARIUS: COMBEFERRE: PROUVAIRE: LESGLES: (They carry her body off) - posted by Hujan @ 03:01 pm Make a comment Permalink
Dulu, Perjalanan Pertama Diantara lalulang kendaraan yang laju pada satu jalanan. Merepih setiap kenangan pada petapeta yang tetap saja buta. Musim penghujan belum berakhir, namun malam itu sedang bersahabat menembusnya. Tanpa hujan, tanpa rembulan, juga bintang-bintang. Hanya ada kita, dua makhluk dalam dua hasrat memandang pada awanawan. Entah bagaimana memulainya, kita terjebak dalam pembicaraan. Entah tentang apa. Hanya pemandu pada gejolak yang terasa mengabur begitu saja. Aku mencintai hujan, gerimis dan saudarasaudaranya. Ia mencintai serbukserbuk wangi dari masa kecil yang mengantarkan setiap lelapnya. Memberi pemahaman tentang dunia yang damai. Entah bagaimana pada satu jalanan di ujung gerimis kita bertemu. Menabuhi hari dengan getargetar. Entah untuk apa. Sedang jalan ke depan telah tampak menggelap. Ini hanya pengisi hari ditengah getar yang semakin menjarang. Sudahlah, pada satu hatiku yang tersimpan di sana, aku ucapakan selamat malam. Gerimis baru saja berujung. Aku benci ketika gerimis harus berujung, sedang ia mungkin tergelak ceria. Dan kembali aku pada katakata. Katakata yang membuat dunia menjadi lebih bising, setidaknya buatku. "Kita mungkin hanya dua orang yang mungkin naif pada gerombolan dunia". Hanya itu yang terucap di ujung gerimis dari bibirku. Tepat sebelum ia menghilang di balik larut malam yang semakin gigil dalam kerahasiaannya. Terimakasih. - posted by Hujan @ 02:21 pm Make a comment Permalink
|
About Me Mahkota Hujan sebuah ranah untuk kembali ketika setiap lelah telah berujung Mahkota Hujan sebuah ranah berupa gerak hari biasa saja, untuk sebuah senyum yang menanti Mahkotalima dalam Ranahkuhujan
Navigation Gmail
Calendar
Tagboard
Thanks blogskins layout
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||