|
Thursday, September 24, 2009
Aku ingin Aku ingin.. ... ... ... .......................................dibuatkan ............................................................puisi - posted by Mahkota @ 04:20 pm Make a comment Permalink
Emosi Emosi adalah sesuatu yang mengalir Cinta mengalir dari sumbernya sampai ke satu hati lalu hati lainnya Sedih mengalir dari sumbernya sampai ke satu hati lalu hati lainnya Marah mengalir dari sumbernya sampai ke satu hati lalu hati lainnya Bahagia mengalir dari sumbernya sampai ke satu hati lalu hati lainnya Emosi hanya bisa mengalir ke hati-hati yang saling terkoneksi Dan hatimu dan hatiku terkoneksi dengan saluran yang baik jauh lebih baik dari ribuan saluran yang tersambung ke hati kita masing-masing Adalah wajar bukan? Bila emosimu yang begitu kuatnya Membuat hatiku ikut goyah Dari aliran stedi yang selama ini dirasakannya - posted by Mahkota @ 04:08 pm Make a comment Permalink
Saturday, August 15, 2009
Tak ada yang perlu dikhawatirkan
Tak ada yang akan mengalahkan Obrolan berjam-jam yang tak henti-henti Perjalanan singkat yang berubah menjadi perjalanan panjang karena rasa-rasa Tak ada yang akan mengalahkan Rasa takut berlari-lari di tangga yang horor Tawa yang lepas mengejek Saat melihat wajahmu buruk karena merengek Tak ada yang akan mengalahkan Penghargaan yang setinggi-tingginya Karena engkau yang begitu berbeda Mau menuntunku di jalan yang kupercaya Menungguiku shalat terawih Mengingatkanku untuk shalat Membenarkan bacaan qur'an di saat kumengaji Berdoa untuk ibu Yasiin Tak ada yang akan mengalahkan Hormatku Meski dengan nilai yang begitu berbeda Aku yang begitu konvensional Dan engkau yang begitu lepas Engkau menghargaiku sebagai perempuan Tak ada yang akan mengalahkan Malam-malam kamu menjemputku setiap selesai mengajar Mencarikan makan tanpa pasti kamu makan apa Membangunkanku untuk bekerja di pagi hari Mengetok pintu, menelepon, meski mungkin aku akan ngamuk karena ngantuk Tak ada yang akan mengalahkan Rasa syukur dianugrahi seorang yang penuh kasih Yang berkorban memasuki duniaku Meski dunia itu asing dan penuh tantangan "Sebenarnya kalau aku sendiri aku tak peduli" begitu katamu Aku tahu dan aku sangat menghargai itu Seberapapun beratnya aku kan tetap menggandengmu Aku tak akan pernah memaksamu Tak ada yang akan mengalahkan Segala rasa Sayang, hormat, terima kasih, dan peduli Atas segala pengorbanan yang mungkin tak tersebutkan Aku menyayangimu Tak ada yang perlu dikhawatirkan Tak ada yang perlu diresahkan - posted by Mahkota @ 02:38 am Make a comment Permalink
Sunday, May 31, 2009
akhir May '09 apakah kita kan sanggup berjalan bersama jika kadang irama kita tak senada? apakah kita kan sanggup melangkah bersama jika begitu banyak kerikilkerikil di jalan kita? apakah kita akan tetap berpegangan tangan jika ribuan tangan menarik-narik kita pada kutub yang berbeda? selagi masih ada ingin untuk saling menguatkan. selama masih ada ingin untuk saling menjaga. selama masih ada ingin untuk menjadi lebih baik. selama masing terus saling memberi yakin. selama saling memberi dukung. sebuah perjalanan. - posted by Hujan @ 04:44 pm Make a comment Permalink
Friday, March 20, 2009
6 Kali Purnama, Duhaiku
Setiap kali melewati jalan itu dengan gerbang di salah satu sisinya, tanpa bisa dicegah ingatanku melayang padamu. Segaris jalan dengan pepohonan sebagai penjaga pada kedua tepinya. Lengkap dengan suara burung koak nun di atas sana. Jalan yang sering kita lalui pada malam-malamnya dulu. Menyimak setiap kata dari bibirmu, memperbincangkan apa saja. Dan senja tadi, ingatanku masih sama pada setiap lekuk jalan itu dengan dirimu disampingku. Sembari mengenang kurun 6 kali purnama terakhir dalam keberjarakan ruang dan waktu. Ya, tak terasa setengah tahun, mentariku. Ada banyak rasa dan gejolak. senyum, tawa, ringisan, amarah, bahkan tangisan. Selain binarbinar pengetahuan yang terus mengumpul berkelindan dalam memandang hidup. Semoga menemu bijaknya, aku dalam perjalanan mengutuhkan diri, juga dirimu. Tak mudah, tentunya. Sejak awal kita sudah mafhum, kita begitu berbeda dalam banyak hal. Namun kita akan semakin kuat, selagi kita ingin. Maka dalam kejernihan langit malam ini, aku menengadahkan kepala. Tegak lurus dengan langit, memahamkan setiap kejadian antara aku dan kamu. Terangkum dalamku sebuah ajakan. Mari kita relakan hari-hari kemaren, apapun yang dikandungnya, baik badai maupun prahara yang kadang tak menyenangkan. itu semua adalah keniscayaan dalam setiap perjalanan. Maka, tenang-tenang sajalah duhaiku. Jalani hari, beri senyum pada dunia sembari berkemas meraup apapun yang bisa kita raih hari ini. kita akan semakin menjadi.. menjadi inginmu.. menjadi inginku.. memberi makna pada hidup.. selalu. semoga. Terimakasih atas kesempatan yang masih tersedia adamu adalah helaan semangat yang tak kunjung param. Eh.. Elusan angin malam ini pun tak mampu kucegah, menyisipkan rindu teramat rindu padamu :) - posted by Hujan @ 12:26 am Make a comment Permalink
Monday, February 16, 2009
Dari Biarkan Bintang Menari Tulisan Namamu Dea Mirela Ingatkah kau saat kita dahulu yang berjanji untuk selalu satu dan di hati hanyalah namamu Kau berkata di mana ku berada di sanalah hatimu kan menjaga meski banyak halangan berbeda Kini rindu kembali membuka lembar masa lalu halaman penuh tulisan berdebu tulisan namamu - posted by Mahkota @ 06:43 am Make a comment Permalink
Tuesday, January 27, 2009
Luka Seorang sahabat pernah mengatakan, bahwa hal-hal yang mungkin melukai kita sekarang, merupakan hal-hal yang pernah melukai kita di masa lalu
Saya bukan seorang yang mudah merasai luka.
Butuh waktu beberapa hari, berbulan-bulan, atau kadang bertahun-tahun untuk menyadari diri saya terluka.
Belum lama ini saya menangis, mual,demam hingga tubuh pun menjadi panas. Dada rasanya tertusuk. Ah saya tak cukup sadar apa yang terjadi sama diri saya sendiri.
Lalu saya teringat, ini perasaan yang sama seperti yg kuraskan beberapa tahun yang lalu. Saat itu setiap pagi saya harus kuliah, siang sampai sore praktikum, malam ujian, dan jm 10 malam masih membuat laporan.
Di saat yg sama ada seseorang yang meminta perhatian. Perhatian yg saat itu tak bisa kuberikan. Kata-kata saat itu menjadi luka. Ah saya merasa begitu tak dipercaya. Aku benar-benar sibuk saat itu, bukan tak mau meladeni.
Baru beberapa menit lalu aku tersadar oleh perasaan sendiri.
Oh ternyata aku terluka, begitu ujarku dalam hati
Tak ada yang salah dengan luka
Tapi bangun dan tersadar bahwa luka itu memang ada
Ternyata obat yang luar biasa
Dan aku pun sangat menyayangimu
Terima kasih untuk mengajariku mengungkap luka..
Dulu aku hanya bisa mengungkap tentang suka - posted by Mahkota @ 03:45 am Make a comment Permalink
Sunday, January 11, 2009
Alpa
Aku mungkin dalam beberapa hari ini terlena dalam badai.. Alpa. Berikut jarak yang merentang. Tapi sungguh. Tak ada yang berubah. masih seperti dulu, tersimpan dalam setiap rangkuman hari-hari... melangkah kaki pada suatu senja melintasi jalanan kota untuk menjemput malam... menjelmalah.. menjadilah... suatu saat kita akan bersua dalam langkah kaki yg kukuh menerjang hari :) aku dan kamu - posted by Hujan @ 09:11 pm Make a comment Permalink
Untuk dia yang sederhana Dia yang sederhana.. Begitu sederhana hingga ke dalam hatinya Ah betapa aku ingin cintai dia dengan seutuhnya cinta seorang manusia pada seorang manusia Aku ingin mencinta sebagaimana ibuku mencinta di masa hidupnya Bukan sekarang memang Sekarang aku hanya ingin mencintainya dengan perlahan Mempersiapkan diriku menjadi diri yang utuh Sampai kelak Datang waktunya Aku siap mencintainya dengan sepenuhnya - posted by Mahkota @ 05:38 am Make a comment Permalink
Monday, July 09, 2007
Cerita (1) Ini merupakan modifikasi dari salah satu cerita karangan pengisi blog drive ini juga (yang bukan saya) hehehe dan dimodifikasi oleh saya..
Ia bisa menggambar bunga-bunga ataupun buah-buahan yang dilihatnya. Ia juga bisa menggambarkan kebun kesayangannya, dan banyak lagi. Kalau kiki si monyet, tidak terlalu sabar untuk menggambar. Ia lebih suka menari-nari dan meloncat ke sini kemari tapi. terkadang ia juga suka menggambar. Ia memanfaatkan sari buah untuk mewarnai. Nah kalau kukuruyuk si ayam, sebenarnya dia suka sekali menggambar. Tapi menurut-teman-temannya, misyi lebih pandai menggambar. Untungnya kukurukuyuk tidak peduli. Yang penting dia senang menggambar. Dan dia akan terus menggambar. Titik. Sampai suatu hari.... diteruskan... - posted by Mahkota @ 08:09 pm Make a comment Permalink
|
About Me Mahkota Hujan sebuah ranah untuk kembali ketika setiap lelah telah berujung Mahkota Hujan sebuah ranah berupa gerak hari biasa saja, untuk sebuah senyum yang menanti Mahkotalima dalam Ranahkuhujan
Navigation Gmail
Calendar
Tagboard
Thanks blogskins layout
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||